Monday, February 13, 2012

PUISI MAYAT


Puisi Mayat


Engkau bawa aku dalam duka
Berjalan pelan bersendu muka
Melihat bumi
Menetes air mata

Engkau bawa aku berbekal cita
Sendiri, menunggu sang penguasa
Mengulang retorika dunia
Padahal semua sudah terencana

Engkau pulang dalam suka
Melepas tugas, menjemput fana
Aku bangun
Mencari apa?
Segalanya tergantung pada dunia!

DOA RAMADHAN


                Doa Ramadhan

Ya Allah….
Dalam dekapan Ramadhan suci ini
Berilah hambamu ii kesadaran
Betapa bulan ini adalah gudang
Yang menyimpan stok rahmat
Dalam sepuluh ruang tamunya
Berikan pada hamba
Makna luas ruang maghfirahMu
Yang tersembunyi dalam sepuluh ruang keluarnya
Tancapka keyakinan pada diri hamba tentang janjiMu
Yang terlukis dalam sepuluh ruang tidur bulanMu
Menggambar kebebasan dari api abadiMu

Ya Allah…
Hamba ingin menjadi penebar ayat-ayatmu
Merangkul tiang-tiang rumahMu
MerayuMu tiap malam
MengingatMu dalam dua puluh gerak istirahatku
MenjengukMu dalam detik-detik sahurku
Menemani mata hati mengelilingi hari-hariMU

Ya Allah…
Hamba bersimpuh dalan belai kuasaMu
Mengakui kelemahan dan kesalahan nafsi
Membeberkan aib sendiri
Membuka rahasia pribadi
KepadaMu!
Mengorek dosa-dosa satu persatu
Berharap siraman deras ampunanMu

Ya Allah…
Bersama laju bulah penuh rahmah ini
Hamba lontarkan ide-ide hamba
Menjelaskan planning
Mendiskusikan visi masa depan
Mengadukan keinginan
Menumpuk harapan-harapan
Dan meletakkannya di atas tanganMu

Ya Allah…
Sedikit sekali yang ku minta
Dalam luas kuasaMu yang terbuka


1000 bulan


1000 Bulan


Manusia-manusia putih bersalaman
Malam-malam jadi siang
Mulut-mulut jadi cerewet bukan kepalang
Butir-butir tasbih makin cepat berputar
Ya Rabb….
Kumpulkan seribu bulanMU
Dalam ruang malamku!


Katameeya
Diriku Dalam Tuhan



Ku cari diriku dalam gelap
Yang ku dapat hanyalah pekat
Ku cari diriku dalam terang
Yang ku raih hanya silau
Ku cari diriku dalam malam
Yang ku temukan hanya kesepian
Ku cari diriku dalam siang
Yang ada hanya kebisingan



Ku cari diriku di bumi
Di lautan, Di langit,Di hujan,Di goa,Di hutan
Ku cari diriku di sela tangis-tangis manusia
Ku cari diriku di balik gelak dan tawa
Ku cari di antara suka dan duka
Ku cari diriku di mana-mana

Dan ku temukan dalam diri Tuhan!
   BY AKHLIS NURSE

IZINKAN HAMBA BERUBAH


Izinkan Hamba Berubah


Ya Allah.....
Ampuni hambaMU yang tak berdaya ini
Yang selalu turuti hawa nafsu
Ada sedikit pengetahuan tertanam, memang
Tapi segunung ajakan kiri selalu menghantu
Ya Allah...
Hamba ingin jadi hambaMu sejati
Tapi mengapa.....?
Mengapa ruh kekuatan belum juga tiba
Mengapa diri ini masih yang dulu
Yang tak berkembang.......yang tak beranjak
Yang tak melaju menjemput masa depan
Mengapa diri ini masih berdiam diri
Takluk dalam genggam birahi...?
Ya Allah......
Sirami kepadanya cahaya kekuatanMU
Untuk mengusir bisikan-bisikan palsu
Menepis pikiran-pikiran tanpa etika
Biarkan ia menjadi lebih baik
Biarkan ia berbenah diri
Berikan padanya kesadaran, sebenar-benarnya kesadaran
Ya Allah....
Hanya ridhoMu yang abadi
Abadi dan sejati

BY AKHLIS NURSE

PUISI INDAH UNTUK MU


PUISI INDAH UNTUK MU


Mungkin ku tak seindah mawar
Mungkin ku tak seindah mutiara
Mungkin tak seputih kapas
Tp ku punya cinta yang  tidak  dapat termiliki oleh siapapun
Kerena aku hanya tercipta untuk kamu

Indahnya bunga tak seindah wajah mu
Rasa cinta ku bukan karena itu
Di lain lubuk ku tersirat cinta suci dari haati yang paling dalam
Bahwa q sangat mencintai mu

Bait demi bait ku lantunkan dalam kertas
Menginginkan kamu mengerti pengorbanan ku
Betapa pedihnya cinta terpendam di hati
Ku tak bias mengatakan apapun
Hanya bisa menulis puisi indah untuk mu
Bkan untuk rayuan tp agar kamu mengart


BY AKHLIS NURSE


KETIKA HUJAN MENHAPUS


Ketika hujan pun tak menghapus

Terik panas kurasa jika engkau pergi
Beranjak berlari dari peluku
Tak ku sadar engkau tenyata pelita hati
Selalu q menangisi tingkah ku
Tingkah di luar kendali diri yang mungkin bisa
Membuat engkau marah

Tuntunlah menuju jalan yang penuh
Madu dan susu agarku mampu merasakan
Nikmat cinta mu cinta yang hakiki
Cinta yang tak mungkin hilang dari dalam hati
Yang kan membuat ku bahagia

PELUKAN KU


PELUKAN KU


Indah wajah mu ku peluk dengan hati
Pesona wajah mu menjadi merona bangga hati
Tapi hanya sesaat kini kau meninggal kan daku dengan begitu saja
Aq menangis karena kau telah tak ku peluk lagi
Tak bisa menjaga keputihan mu
Ku ingin kau mengerti bahwa pentingnya diriku di kehidupan mu
Untuk hati yang putih
Yang seharusnya ku jaga  tapi kini telah pudar termakan
Zaman barat yang begitu gemeerlap

DESAHAN ANGIN MALAM


DESAHAN ANGIN MALAM

Detik-detik jam berbunyi
Menemani ku yang saat sendiri bersandar dalam hati
Desah angin pun mengiringi dinginnya malam ku disaat dia tak ada
Hanya kesepian hidup ku tercurah di setiap langkah
Desahan angin malam mengingatkan aku
Pada saat lampu tak ada lagi
Desahan angin pun selalu mangisi hari hari ku yang malam

Desahan anginpun membuat ku menggerakan tangan  untuk
Mengisi sisa kertas ku yang telah sehelai

Sunday, February 5, 2012

INDAHNYA KEBEBASAN

kekekalan cinta

kekekalan cinta ketika semua beradu dalam semu apakah kamu ada? selayaknya kulit dalam tubuh menaunginya ketika kegoyahan akan gejolak hati ...